[TUTORIAL] Menggunakan Google Antigravity IDE Untuk Vibe Coding 👨‍💻

Assalamu‘alaikum wr. wb.

Halo guys! Akhir Tahun 2025 lalu, Google telah merilis Integrated Development Environment (IDE) berbasis AI yang mirip dengan Visual Studio Code (VS Code), yaitu Antigravity IDE. Bahkan, di Software IDE ini, kita juga bisa menggunakan berbagai macam Model AI, seperti Gemini, Claude, bahkan OpenAI GPT secara Gratis. Beda halnya dengan GitHub Copilot di VS Code yang dibatasi dengan Limit Usage, yang jika Penggunaan Chat Message-nya sudah habis (Mencapai 100%), maka tidak bisa digunakan lagi sampai di-Reset setiap Sebulan Sekali, kecuali harus Langganan ke Versi Premium (Berbayar) jika ingin penggunaannya Unlimited.

Maka dari itu, kali ini kita akan melakukan Tutorial Vibe Coding Membuat Aplikasi Sederhana menggunakan Google Antigravity IDE.

Tutorial Menggunakan Google Antigravity IDE Untuk Vibe Coding

Sumber Artikel : Wikipedia.org, Antigravity.codes, Datacamp.comCodecademy.com, Skywork.ai (Blog), Qwords.com (Blog), Codepolitan.com (Blog), Zeabur.com, dan Kdnuggets.com


IKHTISAR (OVERVIEW)

Google Antigravity adalah IDE berbasis Agen (agent-driven) yang menggabungkan model AI canggih seperti Gemini 3 dengan pendekatan agent-first workflow. Alih-alih mengatur tools, terminal, dan sesi browser secara manual, Anda bekerja bersama agen AI yang mampu merencanakan pekerjaan sebagai serangkaian tugas, menjalankan perintah, mengedit kode, bahkan berinteraksi langsung dengan browser untuk menguji dan mendokumentasikan aplikasi.

Dalam panduan ini, Anda akan diajak membuat Personal Finance Risk Dashboard menggunakan Google Antigravity. Beberapa hal yang akan dipelajari antara lain :

  • Menginstal dan mengonfigurasi Antigravity dengan pendekatan pengembangan berbasis agen
  • Memberikan prompt kepada agen untuk menyiapkan aplikasi menggunakan Next.js, Tailwind, dan shadcn/ui
  • Meninjau serta menyempurnakan rencana implementasi yang dibuat secara otomatis
  • Memanfaatkan agen untuk menguji aplikasi langsung di browser melalui ekstensi Antigravity
  • Mengembangkan fitur tambahan seperti mode gelap/terang dan proses debugging dengan bantuan AI

Di akhir proses, Anda akan memiliki dashboard multi-halaman yang mampu menampilkan tingkat risiko pada berbagai instrumen seperti tabungan, obligasi, reksa dana indeks, dan kripto. Dashboard ini dilengkapi kontrol interaktif serta antarmuka modern ala fintech, dan seluruhnya dapat dibangun hanya dengan satu prompt.

Sebagai tambahan, disarankan juga untuk mempelajari panduan terkait Gemini 3 API dan tutorial Gemini 3 Flash untuk memperdalam pemahaman.

A. Apa itu Antigravity IDE?

Google Antigravity adalah IDE gratis berbasis AI dari Google yang memungkinkan developer membangun aplikasi menggunakan agen otonom, tanpa harus menulis kode secara manual baris demi baris. Didukung oleh model Gemini 3 Pro, platform ini dilengkapi dengan Agent Manager untuk mengatur tugas, browser bawaan untuk pengujian, serta dukungan kolaborasi multi-agen. Panduan ini akan membantu Anda memahami cara instalasi, konfigurasi Agent Manager, hingga membuat proyek pertama dengan pendekatan berbasis agen.

Dirilis pada November 2025, Antigravity menandai pergeseran dari metode coding tradisional menuju platform pengembangan berbasis agen (agentic development), di mana AI menangani alur kerja secara menyeluruh. Berbeda dengan asisten coding konvensional yang hanya memberi saran autocomplete, Antigravity memungkinkan pendekatan agent-first, di mana agen AI dapat merencanakan proyek secara utuh, menulis kode di berbagai file, menguji aplikasi, hingga melakukan debugging secara otomatis.

Platform ini dibangun dengan fondasi yang mirip dengan Visual Studio Code sehingga tampilannya terasa familiar. Namun, Antigravity menghadirkan beberapa komponen baru, di antaranya :

1. Sistem Multi-Agen (Multi-Agent System)

Beberapa agen dapat bekerja sama dalam satu tugas. Misalnya, satu agen bertugas menulis kode, sementara agen lain melakukan pengujian atau refactoring.

2. Gemini 3 Pro

Model ini dioptimalkan untuk memahami logika kode, menangani konteks besar, serta perencanaan bertahap yang kompleks. Sebagian besar operasi agen sangat bergantung pada model ini.

Setelah memahami komponen utamanya, langkah berikutnya adalah mempelajari proses instalasi Google Antigravity agar dapat mulai digunakan.

B. Pilar Utama Antigravity IDE

Kesuksesan Google Antigravity didukung oleh empat prinsip utama yang menjadi fondasi perancangannya. Prinsip-prinsip ini dirancang untuk memastikan interaksi antara manusia dan AI berlangsung efisien, transparan, serta tetap aman.

1. Kepercayaan (Trust)

Aspek ini diwujudkan melalui fitur “Artifacts”. Setiap aksi penting yang dilakukan agen akan menghasilkan bukti yang bisa ditinjau, seperti daftar pekerjaan, rencana eksekusi, tangkapan layar, hingga rekaman aktivitas. Dengan mekanisme ini, pengguna dapat menelusuri dan memahami alasan di balik setiap keputusan agen, sehingga kepercayaan dalam mendelegasikan tugas dapat terbangun.

2. Otonomi (Autonomy)

Platform ini memberikan keleluasaan bagi agen untuk bekerja di berbagai lingkungan secara bersamaan. Untuk mengelola hal tersebut, tersedia dua mode utama: Editor View untuk interaksi langsung, dan Manager View yang berfungsi sebagai pusat kontrol dalam memantau banyak agen yang berjalan secara paralel.

3. Umpan Balik (Feedback)

Kolaborasi antara pengguna dan agen difasilitasi melalui sistem umpan balik yang mudah digunakan. Pengguna dapat memberikan komentar langsung pada artefak yang dihasilkan, mirip seperti memberi catatan pada dokumen digital. Agen akan memproses masukan tersebut tanpa menghentikan proses kerja, sehingga iterasi menjadi lebih cepat dan efisien.

4. Pembelajaran Mandiri (Self-Improvement)

Agen dalam sistem ini dirancang untuk terus berkembang dari pengalaman sebelumnya. Mereka mampu menyimpan pola solusi, potongan kode, serta prosedur yang efektif ke dalam basis pengetahuan. Hal ini membuat performa agen semakin meningkat—lebih cepat, cermat, dan adaptif dalam menyelesaikan tugas serupa di masa mendatang.

C. Fitur-fitur Antigravity IDE

Berikut adalah pengalaman praktis saat mencoba membangun agen sederhana untuk code generation dan triage, yang dirangkum dan diparafrasekan:

Hal yang Terbukti Membantu :

1. Perencanaan dan penggunaan tool dengan Gemini 3

Saya membuat sebuah planning loop yang dapat menentukan kapan harus membaca repository, membuka issue, atau menjalankan pengujian. Pendekatan ini membuat alur kerja agen menjadi lebih terstruktur dan kontekstual.

2. Vertex AI Agent Builder sebagai fondasi awal

Vertex AI Agent Builder di Google Cloud

Dengan memanfaatkan Vertex AI Agent Builder, saya menggunakan template untuk aksi, konektor data, dan guardrails. Meskipun tidak terlalu “wah”, pendekatan ini sangat menghemat waktu konfigurasi yang biasanya cukup merepotkan.

3. Handoff berbasis Event (Event-driven)

Menggunakan Google Cloud Pub/Sub memungkinkan satu agen (misalnya untuk linting/formatting) meneruskan tugas ke agen lain (misalnya unit testing) secara otomatis, tanpa perlu solusi manual seperti cron job. Hasilnya terasa lebih rapi dan modular.

4. Grounding dan retrieval

Saya memasukkan dokumen desain dan catatan API ke dalam vector store. Dampaknya cukup signifikan—agen jadi tidak lagi “berhalusinasi” membuat endpoint yang sebenarnya tidak ada.

5. Observability yang baik

Dengan mencatat prompt, pemanggilan tool, dan perubahan (delta), saya bisa dengan mudah menemukan bug, seperti loop yang terus menjalankan script npm yang sama berulang-ulang.

Hal yang Kurang Optimal, yaitu :

1. Cold start pada Cloud Run

Layanan seperti Google Cloud Run menimbulkan jeda saat pertama kali dijalankan, yang cukup mengganggu saat iterasi lokal. Untuk mengatasinya, saya sempat melakukan mocking beberapa layanan agar proses pengujian tetap cepat.

2. Tampilan UI yang kurang terintegrasi

Pengalaman pengguna terasa kurang mulus karena harus berpindah-pindah antara Cloud Console, log, dan dashboard buatan sendiri. Secara fungsi memang berjalan, tetapi dari sisi kenyamanan masih terasa kurang rapi.

D. Hal-hal yang Berguna Antigravity IDE Selain Coding

Sebagian besar orang yang mencoba Antigravity biasanya hanya menjalankan satu agen untuk membuat kerangka aplikasi, melihat bagaimana Gemini 3 bekerja, lalu langsung membayangkan betapa banyak kode yang tidak perlu mereka tulis lagi. Reaksi itu wajar.

Namun sebenarnya, Antigravity memiliki kemampuan yang jauh lebih luas daripada sekadar menulis kode. Platform ini dilengkapi browser yang bisa melihat dan menavigasi layar seperti manusia, sistem memori yang bertahan lintas sesi, serta framework agen yang mampu menangani banyak tugas sekaligus. Ketika memahami hal ini, potensi penggunaannya menjadi jauh lebih menarik daripada sekadar membantu pull request.

1. Digunakan sebagai Asisten Riset

Melakukan riset kompetitor secara manual biasanya melelahkan—membuka banyak tab, kehilangan informasi penting, dan menghasilkan catatan yang sulit dipahami di kemudian hari.

Dengan Antigravity, agen browser dapat menangani seluruh proses ini secara otomatis. Anda cukup menjelaskan kebutuhan (misalnya harga kompetitor, update produk, atau pengumuman terbaru), lalu agen akan menjelajah web dan menyusun hasilnya dalam bentuk terstruktur yang siap digunakan.

Integrasi browser di sini cukup canggih karena dibangun di atas Google Chrome. Agen dapat melihat halaman seperti manusia—melakukan scroll, klik, dan membaca konten yang sudah dirender, bukan sekadar HTML mentah. Hasil akhirnya pun rapi, terstruktur, dan bisa diberi komentar, bahkan dapat dikelompokkan berdasarkan kategori, sumber, atau waktu.

2. Membangun Basis Pengetahuan yang Persisten

Salah satu keunggulan utama Antigravity adalah kemampuannya menyimpan pengetahuan secara berkelanjutan, bukan reset setiap sesi.

Agen dapat menyimpan konteks, pola, dan referensi dalam satu basis pengetahuan bersama yang terus berkembang. Anda bisa mengisinya dengan berbagai hal, seperti dokumentasi, catatan riset, SOP, atau bahkan materi pembelajaran.

Berbeda dengan alat lain yang mengharuskan Anda mengulang konteks dari awal, sistem ini mempertahankan memori secara terstruktur. Seiring waktu, agen menjadi lebih akurat dan kontekstual karena belajar dari riwayat pekerjaan sebelumnya.

3. Membuat Dokumentasi UI Secara Otomatis

Bagi product manager, UX researcher, atau siapa pun yang pernah mendokumentasikan alur UI secara manual, fitur ini sangat membantu.

Agen browser dapat :

  • Menavigasi aplikasi secara langsung
  • Mengikuti alur penggunaan
  • Mengambil screenshot di setiap langkah
  • Menyusun dokumentasi lengkap dalam bentuk walkthrough

Bahkan, agen juga merekam video selama proses tersebut. Hasilnya adalah dokumentasi visual lengkap dengan timestamp dan komentar, yang biasanya memakan waktu berhari-hari jika dikerjakan manual.

4. Menjalankan Banyak Tugas Secara Paralel

Fitur Agent Manager memungkinkan Anda menjalankan beberapa agen secara bersamaan dalam berbagai workspace.

Setiap agen memiliki :

  • Tugas sendiri
  • Konteks masing-masing
  • Output terpisah

Anda tidak perlu memantau semuanya secara real-time. Cukup cek hasilnya saat sudah selesai. Walaupun sering dikaitkan dengan pengembangan software, fitur ini sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti audit konten, riset pasar, atau analisis data secara paralel.

Keuntungan utamanya adalah mengurangi context switching, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.

5. Mengakses Database dengan Bahasa Natural

Antigravity mendukung koneksi ke database melalui Model Context Protocol (MCP), sehingga dapat terhubung ke layanan seperti Google BigQuery, AlloyDB, dan Google Cloud Spanner.

Agen dapat :

  • Membaca struktur database
  • Menjalankan query
  • Menjelaskan data

Semua dilakukan menggunakan bahasa alami. Anda hanya perlu menjelaskan apa yang ingin dicari, dan agen akan menerjemahkannya menjadi query yang sesuai.

Proses koneksi juga sederhana karena berbasis UI, tanpa perlu konfigurasi rumit seperti file YAML atau pengaturan manual lainnya. Kredensial tetap aman melalui sistem IAM, dan Anda tidak perlu repot mengelola koneksi secara teknis.

E. Cara Menggunakan Antigravity IDE

Berikut ini adalah Cara menggunakan Google Antigravity IDE.

1. Download & Install

Pertama, Carilah Google Antigravity atau bisa mengekliknya di sini (antigravity.google), kemudian klik "Download for Windows".

Jika sudah, maka akan seperi ini Tampilan Download Google Antigravity di berbagai macam Sistem Operasi. Inilah Persyaratannya :

  • Windows : Min. Windows 10
  • macOS : Min. macOS 12 (Monterey)
  • Linux : glibc >= 2.28, glibcxx >= 3.4.25 (Ubuntu 20.xx; Debian 10; Fedora 36; RHEL 8)

Karena saya menggunakan Windows, jadi pilih saja yang bagian Windows, dan pilihlah "Download for x64".

Maka, Simpan seperti biasa di Folder Download di File Expoler untuk melakukan Proses Download.


Jika sudah, klik pada Aplikasi Google Antigravity yang sudah Anda Download tadi di File Expoler. Kemudian, pilihlah "I Accept the Agreement" dan klik "Next" untuk menyetujui Perjanjian di Setup awal.

Setelah itu, pilihlah Lokasi File yang ingin kalian pilih, dan klik "Next".

Untuk Start Menu Folder, skip saja dan langsung klik "Next".

Kalau tidak ada yang dipilih lagi, langsung klik "Next".

Kalau sudah siap, silakan klik "Install".

Tunggulah sampai proses Instalasi Antigravity selesai.

Kalau sudah selesai, klik "Finish".

2. Langkah Awal (Setup dan Login)

Pertama, bukalah Google Antigravity lalu klik "Next" terus.

Setelah itu, pilihlah Setup Flow di IDE ini. Boleh saja langsung Import dari VS Code, agar Pengaturan dan Konfigurasi-nya sama, dan klik "Next".

Setelah itu, pilihlah Tema yang ingin Anda pilih, kalau saya lebih pilih yang Dark Modern saja. Setelah itu, klik "Next".

A

Untuk melakukan Konfigurasi, lakukanlah hal ini dengan mengatur :

  • Keybindings : Normal
  • Extensions : Recommended

Lalu, klik "Next" untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Terakhir, tinggal Login (Sign in) ke Akun Google Anda.

Kalau sudah Sign in, maka klik saja Tombol "Open" di Browser apapun.

Baca terlebih dahulu Terms of Use (Syarat Penggunaan) dari Google Antigravity IDE, setelah itu klik "Next" untuk melanjutkan.

Jika sudah, maka tampilannya seperti ini. Di Tengah-tengah, terdapat Folder untuk membuka Project Aplikasi apapun yang terakhir kalinya kita buat (Misalnya, di VS Code). Ataupun kita juga bisa membuka Proyek Aplikasi dengan mengeklik "Open Folder".

Sedangkan di sebelah Kanan, terdapat AI Agent yang bisa kalian gunakan untuk mengetik Prompt AI untuk membuat Aplikasi apapun, hingga perbaikan Error dan Debugging.

A

A

A

A


VIBE CODING DENGAN ANTIGRAVITY IDE

Kali ini kita akan mencoba untuk membuat Aplikasi Website Portofolio dengan React.js, Tailwind CSS

Berikut ini adalah Pembuatan Aplikasi Sederhana-nya. Pertama, bukalah Antigravity IDE dan arahkan ke path Folder yang kita tuju.

Setelah itu, masukkanlah Prompt yang ingin kita buat. Inilah Prompt AI yang bisa kalian berikan kepada Antigravity IDE :

Create a Modern, Professional Personal Portfolio Website for a Full-Stack Developer and Fresh Graduate of IT Student.

Tech Stack Requirements:
- Next.js (App Router)
- React
- Tailwind CSS
- Framer Motion for animations

Design Style:
- Clean, modern, minimal
- Dark mode default
- Smooth animations
- Responsive (mobile-first)
- Inspired by SaaS landing pages

Sections Required:

1. Hero Section:
- Name: Inzaghi Posuma Al Kahfi
- Role: Full-Stack Developer | Mobile Developer | AI Enthusiast
- Short tagline: "Building scalable web, mobile, and IoT solutions"
- CTA buttons: View Projects, Contact Me

2. About Section:
- Fresh Graduate from Pradita University as an IT Student
- Multi-role: Developer, Data Analyst, Blogger, Content Creator
- Highlight leadership as CEO candidate (Inzaghi's Corp / InzaTech Poshaf)

3. Tech Stack Section:
Group skills into categories:
- Frontend: React, Tailwind, JavaScript
- Backend: PHP, Laravel, Node.js
- Mobile: Flutter
- Data/AI: Python, TensorFlow
- Tools: Firebase, Figma, Git

4. Projects Section:
Display as cards with filter:
- Web Development (Laravel, PHP, React)
- Mobile Apps (Flutter)
- IoT Projects
Each project should include:
- Title
- Description
- Tech stack
- GitHub link

5. Experience Section:
- Laravel Web Developer Intern at WinniCode Garuda Teknologi

6. Blog / Content Section:
- Show content creator experience (Instagram, TikTok, Blogger)

7. Contact Section:
- Email form (Name, Email, Message)
- Social links: GitHub, LinkedIn

Features:
- Smooth scroll
- Animated section transitions
- Hover effects on cards
- Sticky navbar
- Mobile responsive menu

Optional Enhancements:
- Integrate Supabase for contact form
- Add project CMS
- Add blog integration via API

Output:
- Clean folder structure
- Reusable components
- Production-ready code

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A

A


























































































































VIDEO

Untuk melihat Tutorial lainnya dan lebih jelasnya tentang Tutorial Penggunaan Google Antigravity IDE, silakan lihat Video-video YouTube di bawah ini.


Itulah Tutorial Menggunakan Google Antigravity IDE Untuk Vibe Coding. Mohon maaf apabila ada kesalahan sedikit pun, dan Semoga Bermanfaat!

Terima Kasih 😄😘👌👍 :)

Wassalamu‘alaikum wr. wb.

Post a Comment

Previous Post Next Post