Apa itu OpenCode? Open Source AI Coding Agent Secara Gratis (Beserta dengan Tutorial Penggunaannya)

Assalamu‘alaikum wr. wb. 

Halo guys! Kembali lagi bersama Teknoblog dari Inzaghi's Blog! Jika menggunakan ChatGPT Codex memiliki Limit sampai Reset Bulanan, Google Antigravity memiliki Limit Usage per sekian Hari, dan Claude Code juga harus membutuhkan Claude Pro yang Berbayar. Kali ini kita akan menggunakan OpenCode, yang merupakan salah satu AI Agent Coding Gratisan yang perlu kalian coba. 

Apa itu OpenCode? Open Source AI Coding Agent Secara Gratis (Beserta dengan Tutorial Penggunaannya)

Sumber : Datacamp.com (Blog), Nimbalyst.com (Blog)Techjacksolutions.com, dan Buildtavern.com (Blog)


IKHTISAR PENGERTIAN

Sumber : Datacamp.com (Blog), Nimbalyst.com (Blog), dan Techjacksolutions.com

OpenCode adalah AI coding agent open-source yang berjalan langsung melalui terminal. Anda cukup menjelaskan tugas menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya, “cari bagian yang melakukan validasi pada form pendaftaran dan tambahkan pengujian untuk kasus email kosong.” Setelah itu, Agen akan membaca file yang relevan, melakukan perubahan kode, menjalankan pengujian, dan menampilkan perubahan yang dibuat sebelum perubahan tersebut disimpan.

Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu membuka tab browser, menggunakan jendela editor terpisah, atau melakukan copy-paste kode dari chatbot ke proyek secara manual. Jadi, jika Anda bertanya apa itu OpenCode dalam praktiknya, sederhananya OpenCode adalah coding agent yang bekerja di terminal, bersifat open-source, dan memungkinkan Anda menggunakan model AI pilihan sendiri (bring your own model).

Bagian selanjutnya membahas OpenCode dari sudut pandang praktis, meliputi siapa yang mengembangkan dan memelihara proyek ini, fitur-fitur utama yang menjadi karakteristiknya, cara kerja sistem bring-your-own-key, biaya yang perlu diperhatikan, bagaimana data pengguna ditangani, siapa yang paling cocok menggunakannya, serta berbagai keterbatasan yang sebaiknya diketahui sejak awal.

A. Pengertian OpenCode

OpenCode adalah AI coding agent open-source yang terutama berjalan sebagai aplikasi di terminal dan terkadang disebut sebagai TUI (Text-based User Interface), yaitu antarmuka pengguna berbasis teks. Dalam praktiknya, OpenCode merupakan program yang dijalankan dari direktori proyek, kemudian digunakan dengan bahasa sehari-hari: Anda menjelaskan tugas yang ingin dilakukan, lalu agent akan mencari dan memahami codebase, mengedit file, menjalankan perintah, serta mengerjakan perubahan yang terdiri dari beberapa langkah sambil berhenti pada titik tertentu agar Anda dapat meninjau hasilnya.

OpenCode dirilis di bawah lisensi MIT yang bersifat permisif. Artinya, kode sumbernya terbuka sehingga siapa pun dapat membacanya, melakukan fork, maupun menjalankannya secara self-hosted. Selain melalui terminal, OpenCode juga tersedia dalam bentuk aplikasi desktop yang masih dalam tahap beta serta ekstensi IDE, sehingga agen yang sama dapat digunakan melalui lingkungan kerja yang sudah biasa Anda gunakan. Salah satu karakteristik utamanya adalah pendekatan privacy-first: proyek ini menyatakan bahwa mereka tidak menyimpan kode maupun data konteks Anda.

Perbedaan penting yang perlu dipahami adalah antara plugin autocomplete dan AI agent. Banyak tools hanya memberikan saran untuk baris kode berikutnya ketika Anda sedang mengetik. Sementara itu, OpenCode lebih mendekati konsep yang kedua, yaitu AI yang dirancang untuk menerima dan menyelesaikan satu tugas secara menyeluruh. Karena mendukung Model Context Protocol (MCP), OpenCode juga dapat terhubung dengan berbagai tools dan sumber data eksternal melalui standar terbuka yang sama, bukan melalui integrasi yang dibuat secara khusus untuk setiap layanan.

B. Fitur Utama OpenCode

OpenCode mengelompokkan fungsi utamanya ke dalam akses model, konteks proyek, eksekusi tugas, dan penggunaan lokal. Bagian-bagian berikut menjelaskan perubahan yang terjadi pada setiap kelompok selama sesi coding.

1. Dukungan Multi-Model

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, OpenCode memperoleh daftar providernya melalui Models.dev. Dalam praktiknya, pengguna dapat menghubungkan layanan hosted, platform cloud, atau endpoint yang kompatibel dengan OpenAI. Login GitHub Copilot dan ChatGPT Plus/Pro juga dapat menjadi alternatif sehingga pengguna tidak perlu mengelola API key secara terpisah.

Pemilihan provider bukan berarti semua model akan bekerja dengan cara yang sama. Kemampuan penggunaan tools, batas konteks, waktu respons, serta harga tetap bergantung pada model dan provider yang dipilih. Ketika menggunakan model hosted, konteks kode yang diperlukan juga akan dikirimkan kepada provider tersebut sesuai dengan kebijakan data mereka.

OpenCode juga menyediakan dua opsi tambahan untuk mengakses model. OpenCode Zen merupakan gateway dengan sistem pembayaran berdasarkan penggunaan (pay-as-you-go) dan menyediakan daftar model tertentu. Sementara itu, OpenCode Go adalah layanan berlangganan dengan biaya $5 pada bulan pertama, kemudian $10 per bulan, untuk model open-weight tertentu. Pengguna tetap dapat menggunakan API key milik sendiri. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Inilah bagian yang cukup menjengkelkan: meskipun tools-nya gratis, pengguna tetap dapat dikenakan biaya dari provider model.

2. Bekerja dengan Konteks Repository

Jalankan /init, kemudian OpenCode akan membuat file AGENTS.md yang berisi ringkasan struktur dan konvensi proyek. Tim dapat memasukkan file tersebut ke repository sehingga setiap sesi dapat dimulai dengan instruksi yang sama.

File tersebut dapat berisi perintah untuk menjalankan pengujian, nama folder, aturan penamaan, serta catatan mengenai proyek. AGENTS.md global dapat digunakan untuk menyimpan instruksi yang berlaku di berbagai proyek, sedangkan file di dalam proyek digunakan untuk aturan khusus pada satu repository.

Pemeriksaan LSP yang telah dijelaskan sebelumnya akan dijalankan setelah dilakukan perubahan pada kode. Konteks repository juga mendukung referensi file: simbol @ dapat digunakan untuk memasukkan file tertentu ke dalam prompt.

3. Menjalankan Tugas Coding

Selain Agent Build dan Plan yang telah dijelaskan sebelumnya, OpenCode menyediakan subagent untuk melakukan pencarian multi-langkah, memindai codebase, serta mencari dokumentasi eksternal. Pengguna juga dapat membuat custom agent dengan model, prompt, dan izin penggunaan tools masing-masing.

Setiap subagent bekerja dalam child session, sehingga pesan-pesan yang dihasilkan tidak memenuhi sesi utama dengan cara yang sama. Custom agent juga dapat dibatasi hanya untuk membaca file, menggunakan model dengan biaya lebih rendah, atau diberikan instruksi khusus untuk jenis tugas tertentu.

Server Model Context Protocol (MCP) dapat digunakan untuk menambahkan layanan eksternal. Konfigurasinya ditentukan melalui opencode.json, dan pemeriksaan izin yang telah dijelaskan sebelumnya juga berlaku terhadap tools yang ditambahkan oleh server tersebut.

4. TUI di Terminal

OpenCode berjalan sebagai antarmuka berbasis teks (Text User Interface/TUI) langsung di terminal. Pengguna dapat menekan Tab untuk berpindah antar-agent, melakukan drag and drop gambar ke dalam prompt, serta menggunakan /undo dan /redo untuk mundur atau maju di antara perubahan yang telah dilakukan.

Karena OpenCode bekerja langsung di terminal, penggunaannya dapat terintegrasi secara alami dengan workflow yang sudah ada, seperti shell, SSH, dan remote server, tanpa mengharuskan pengguna berpindah ke editor baru.

5. Agent Bawaan dan Custom Agent

OpenCode menyediakan 3 (Tiga) Agen yang dapat digunakan dan dipilih sesuai kebutuhan:

  • Build — merupakan agent default dengan akses penuh untuk mengedit file dan menjalankan perintah.
  • Plan — bersifat read-only dan cocok digunakan ketika pengguna hanya membutuhkan analisis tanpa melakukan perubahan pada kode.
  • General — berfungsi sebagai subagen untuk membantu menjalankan tugas tertentu.

Selain Agen bawaan tersebut, pengguna juga dapat membuat custom agent menggunakan perintah opencode agent create. Dengan cara ini, perilaku agen dapat disesuaikan dengan workflow atau standar yang digunakan oleh sebuah tim.

6. Pilihan Instalasi

Cara tercepat untuk memasang OpenCode adalah menggunakan script curl dalam satu perintah. Namun, OpenCode juga tersedia melalui berbagai package manager dan metode instalasi lainnya, seperti :

  • npm
  • Bun
  • pnpm
  • Yarn
  • Homebrew melalui OpenCode tap
  • Arch Linux melalui paru

Untuk Windows, metode yang direkomendasikan adalah menggunakan WSL (Windows Subsystem for Linux). Selain itu, tersedia pula dokumentasi untuk instalasi melalui Chocolatey, Scoop, Mise, dan Docker.

Aplikasi desktop OpenCode juga tersedia dalam versi beta untuk macOS, Windows, dan Linux.

Karena pilihan package dan metode instalasi dapat berubah seiring waktu, sebaiknya periksa dokumentasi resmi OpenCode untuk mengetahui opsi instalasi terbaru.

7. Pengembangan dengan Pendekatan Local-First dan Batasannya

Istilah "local-first" perlu dipahami dengan tepat. Istilah tersebut tidak berarti bahwa tidak ada data yang pernah keluar dari komputer.

Seperti yang dijelaskan pada bagian provider, OpenCode dapat terhubung dengan Ollama. Dengan konfigurasi tersebut, kode dan prompt dapat tetap diproses menggunakan infrastruktur lokal.

Namun, penggunaan hosted model, fitur /share, serta OpenCode Zen dapat menyebabkan data dikirim ke luar komputer lokal.

Penggunaan model secara lokal juga tetap memiliki keterbatasan yang bergantung pada kemampuan model yang digunakan. Model berukuran kecil mungkin menghasilkan tool call yang tidak valid atau gagal memahami hubungan antarfile dalam sebuah proyek. Selain itu, server lokal membutuhkan RAM yang cukup untuk menjalankan model yang dipilih serta kapasitas context window yang memadai untuk menampung file yang dikirim bersama setiap request.

Sistem permission OpenCode juga sebaiknya dipahami sebagai pengaman workflow, bukan sebagai security sandbox yang sepenuhnya mengisolasi proses.

Jika menggunakan mode server yang terhubung melalui jaringan, sebaiknya gunakan OPENCODE_SERVER_PASSWORD dan lakukan binding hanya ke localhost. Masalah keamanan terkait server yang sebelumnya dapat diakses tanpa autentikasi telah diperbaiki, tetapi mode server tetap tidak disarankan untuk diekspos secara publik tanpa autentikasi.

C. Arsitektur OpenCode

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, OpenCode memisahkan client dari local server. Pemisahan ini berpengaruh terhadap cara konfigurasi dan state atau status data disimpan. Selain itu, API menyediakan cara lain untuk berinteraksi dengan server tersebut.

Jika Anda hanya berencana menggunakan TUI (Terminal User Interface), bagian mengenai API dapat dilewati. Bagian konfigurasi di akhir merupakan bagian yang paling relevan untuk penggunaan tersebut.

Server yang dibangun menggunakan TypeScript dan Bun bertugas berkomunikasi dengan berbagai model provider, menjalankan tools, serta mengelola state aplikasi. Spesifikasi OpenAPI 3.1 miliknya digunakan untuk menghasilkan SDK resmi, yaitu @opencode-ai/sdk. Dengan API yang terdokumentasi tersebut, Anda dapat membuat script atau client khusus yang berinteraksi langsung dengan server.

API OpenCode menyediakan berbagai fitur, termasuk :

  • Sessions — mengelola sesi percakapan atau pekerjaan.
  • Messages — mengirim dan mengelola pesan.
  • Files — menangani file.
  • Providers — mengelola penyedia model AI.
  • Tools — mengakses berbagai tool yang tersedia.
  • Agents — mengelola agen.
  • Configuration — mengatur konfigurasi OpenCode.

Server ini merupakan server yang sama dengan yang digunakan oleh client resmi OpenCode. Dengan demikian, sebuah skrip dapat membuat sesi baru atau mengirim pesan secara langsung tanpa perlu mengendalikan antarmuka TUI.

Arsitektur Client-Server OpenCode

Interface yang telah disebutkan sebelumnya pada dasarnya berfungsi sebagai client, yaitu :

  • TUI
  • Desktop App
  • IDE Extension
  • OpenCode Web

Semua klien tersebut berkomunikasi dengan proses server yang sama. Bahkan, perangkat lain dapat terhubung ke sesi yang sudah berjalan melalui server tersebut.

Perintah opencode serve dapat digunakan untuk menjalankan server tanpa membuka TUI seperti biasanya. Sementara itu, opencode web akan menjalankan server sekaligus menyediakan client berbasis browser.

Kedua perintah tersebut memerlukan autentikasi apabila server dapat diakses dari perangkat lain. Hal ini diperlukan agar akses ke server tidak terbuka begitu saja bagi pihak yang tidak berwenang.

Konfigurasi OpenCode dapat disimpan pada file tingkat proyek :

  • opencode.json
  • opencode.jsonc

Jika konfigurasi pada tingkat proyek tidak tersedia, OpenCode dapat menggunakan konfigurasi global sebagai fallback di ~/.config/opencode/opencode.jsonFile konfigurasi tersebut digunakan untuk mengatur berbagai aspek OpenCode, seperti :

  • Model yang digunakan.
  • Permissions atau izin akses.
  • MCP servers.
  • Custom agents.

Sementara itu, seperti yang dijelaskan pada bagian workflow, riwayat sesi (session history) dan log dari tool tetap disimpan dalam file lokal, kecuali pengguna memilih untuk membagikannya.

Singkatnya, arsitektur OpenCode memisahkan antarmuka pengguna dari server yang menjalankan pekerjaan. TUI, aplikasi desktop, ekstensi IDE, dan web client dapat menggunakan server yang sama, sementara API memungkinkan skrip atau aplikasi lain berinteraksi langsung dengan server tanpa harus mengendalikan UI.

D. Alur Kerja OpenCode yang Umum

Bagian-bagian OpenCode yang sama dapat digunakan untuk beberapa tugas perangkat lunak yang umum. Contoh-contoh di bawah ini menunjukkan bahwa tinjauan manusia tetap penting dalam setiap tugas tersebut.

1. Membangun Fitur Baru

Bagian-bagian yang sama dalam OpenCode dapat digunakan untuk menangani berbagai tugas pengembangan software yang umum. Contoh-contoh berikut menunjukkan bagian mana yang masih membutuhkan review dari manusia dalam setiap prosesnya.

Dengan menggunakan proses Plan-to-Build yang telah dijelaskan sebelumnya, developer dapat meminta OpenCode untuk membuat sebuah fitur dan meninjau langkah-langkah yang diusulkan sebelum melakukan perubahan apa pun. Setelah menekan Tab, tugas dapat dilanjutkan ke Build mode untuk melakukan perubahan kode sekaligus menjalankan pengujian.

Rencana tersebut masih dapat diperbaiki sebelum ada file yang diubah. Pada tahap review ini, developer dapat memperjelas cakupan pekerjaan, menentukan file mana yang tidak boleh diubah, atau menambahkan persyaratan pengujian tertentu.

2. Refactoring Kode yang Sudah Ada

Proses Plan-to-Build yang sama juga dapat digunakan untuk melakukan refactoring. Pada Plan mode, OpenCode dapat mengidentifikasi dependency dan lokasi pemanggilan (call sites) sebelum Build mode menerapkan perubahan pada kode.

Jika hasil perubahan ternyata tidak sesuai, perintah /undo dapat digunakan untuk mengembalikan kode ke snapshot sebelumnya. Namun, pengguna tetap perlu memeriksa diff secara manual karena keberhasilan seluruh test belum tentu menjamin bahwa setiap public interface tetap berfungsi dan memiliki perilaku yang sama seperti sebelumnya.

3. Debugging Aplikasi

Dalam proses debugging, OpenCode dapat menggabungkan informasi dari stack trace dengan informasi tipe yang diperoleh dari language server. Berdasarkan informasi tersebut, OpenCode dapat mengusulkan perubahan, mengulangi langkah-langkah yang menyebabkan error, kemudian memeriksa hasil perbaikannya.

Namun, jika langkah untuk mereproduksi masalah tidak jelas, OpenCode mungkin hanya dapat memastikan bahwa kode berhasil di-build atau bahwa tes yang sudah ada berhasil dijalankan. Hal tersebut belum tentu berarti masalah sebenarnya telah benar-benar teratasi.

4. Menulis Test

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Build mode memungkinkan OpenCode mengedit file dan menjalankan command. Dalam konteks penulisan test, kemampuan tersebut berarti OpenCode dapat membuat sebuah test, membaca hasilnya, kemudian melakukan perubahan lain berdasarkan hasil tersebut.

Memberikan full test suite dapat menyediakan lebih banyak feedback bagi OpenCode, tetapi konsekuensinya adalah proses pengujian membutuhkan waktu lebih lama.

Meskipun demikian, kualitas test tetap perlu diperiksa oleh manusia. Test yang dihasilkan AI dapat saja hanya mengulang cara kerja implementasi saat ini, bukan benar-benar menguji perilaku atau fungsionalitas yang menjadi kebutuhan pengguna.

5. Memahami Codebase yang Besar

Pada bagian repository sebelumnya telah dijelaskan bahwa perintah /init dapat membuat catatan atau dokumentasi mengenai project. Setelah tahap tersebut selesai, pertanyaan spesifik seperti "Bagaimana mekanisme autentikasi bekerja di sini?" dapat digunakan untuk mengarahkan proses pencarian di dalam repository.

Subagent @general juga dapat mencari informasi di beberapa bagian repository untuk membantu menemukan kode atau file yang berkaitan.

Pertanyaan yang spesifik biasanya menghasilkan jawaban yang lebih jelas dibandingkan permintaan yang terlalu luas seperti "Jelaskan seluruh repository ini."

Penggunaan referensi file dengan @ juga dapat mempersempit area pencarian sehingga OpenCode dapat lebih fokus pada file atau bagian codebase yang relevan.

E. Paket Harga dan Jenis-jenis Model yang Tersedia di OpenCode (Termasuk juga BYOK)

Biaya merupakan salah satu bagian dari OpenCode yang paling sering membingungkan pengguna, karena model pembayarannya berbeda dari editor yang menggunakan biaya tetap (flat fee).

Software OpenCode sendiri gratis dan bersifat open source. Tidak ada biaya lisensi maupun biaya langganan untuk menggunakan aplikasinya. Biaya yang perlu diperhatikan justru berasal dari model AI yang digunakan.

OpenCode menggunakan konsep Bring Your Own Key (BYOK), sehingga Anda menggunakan API key dari penyedia model AI pilihan Anda. Dengan demikian, biaya model sepenuhnya mengikuti tarif yang ditetapkan oleh provider LLM tersebut.

Sederhananya :

  • Menghubungkan model berbiaya rendah → penggunaan OpenCode juga relatif murah.
  • Menghubungkan model AI kelas frontier → biaya mengikuti tarif provider tersebut.
  • Semakin sering dan intensif model digunakan, semakin besar pula biaya API yang harus dibayar.

Jadi, OpenCode tidak mengenakan biaya untuk softwarenya. Pengeluaran Anda terutama ditentukan oleh model AI dan jumlah pemakaian API yang Anda pilih.

OpenCode Pricing

PERLU DIINGAT!

Jika Anda sudah berlangganan ChatGPT Plus atau Pro, GitHub Copilot, maupun GitLab Duo, OpenCode memungkinkan Anda menghubungkan akun-akun tersebut tanpa biaya tambahan. Dengan begitu, Anda dapat memanfaatkan kembali subscription yang memang sudah Anda bayar, tanpa harus membeli akses model AI baru secara terpisah.

Secara sederhana, software OpenCode-nya gratis, tetapi penggunaan model AI tetap memiliki biaya.

OpenCode menggunakan pendekatan Bring Your Own Key (BYOK), sehingga OpenCode sendiri tidak membebankan biaya model AI. Namun, setiap token yang digunakan oleh model akan tetap ditagihkan oleh AI provider yang Anda gunakan.

Jadi, jangan menganggap OpenCode seperti AI coding editor tertutup yang menawarkan satu biaya subscription bulanan tetap untuk seluruh layanan. Biaya penggunaan AI bergantung pada provider dan model yang Anda pilih.

Jika Anda ingin biaya yang lebih mudah diprediksi, beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah:

  • Menggunakan model dengan harga tetap atau subscription tertentu, jika tersedia.
  • Menjalankan local AI model, sehingga tidak perlu membayar biaya API berdasarkan jumlah token.
  • Memeriksa terlebih dahulu pricing dari provider model sebelum menjalankan workload yang berat atau menggunakan AI dalam jumlah besar.

Penyedia dan Model: Bring Your Own Key

OpenCode tidak menyediakan model AI miliknya sendiri. Sebaliknya, OpenCode menggunakan pendekatan Bring Your Own API Key (BYOK). Artinya, Anda dapat menghubungkan provider AI yang sudah Anda gunakan, kemudian OpenCode akan meneruskan (route) permintaan ke provider tersebut.

OpenCode memanfaatkan AI SDK bersama Models.dev untuk mengakses lebih dari 75 provider AI, sekaligus mendukung penggunaan model yang dijalankan secara lokal. Dengan pendekatan ini, pengguna tidak terkunci (vendor lock-in) pada satu penyedia AI tertentu dan dapat lebih bebas memilih model sesuai kebutuhan.

Jenis Koneksi
Contoh
Hosted API Providers
Anthropic, OpenAI, DeepSeek, Google Vertex AI, Amazon Bedrock, Groq
Model Lokal
Ollama, LM Studio, llama.cpp
Langganan yang sudah ada
ChatGPT Plus / Pro, GitHub Copilot, GitLab Duo (linked at no extra cost)
Kurasi OpenCode
OpenCode Zen (tested coding models, pay-as-you-go); default helper model gpt-5-nano

Ada dua hal praktis yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda dapat menghubungkan provider melalui perintah /connect di dalam TUI (Terminal User Interface) atau menggunakan opencode auth login. API key Anda disimpan secara lokal di ~/.local/share/opencode/auth.json, sedangkan konfigurasi dapat ditempatkan di opencode.json atau ~/.config/opencode/opencode.jsonc.

Kedua, karena OpenCode mendukung model lokal melalui Ollama maupun LM Studio, Anda bahkan dapat menjalankan OpenCode sepenuhnya secara offline dengan menggunakan model AI yang berjalan di komputer Anda sendiri. Untuk pembahasan lebih mendalam mengenai cara memilih provider, lihat panduan OpenCode providers explained.













TUTORIAL

Sumber : Buildtavern.com (Blog)


OpenCode merupakan Coding Agent Open-source yang dapat dijalankan melalui terminal, aplikasi desktop, maupun integrasi dengan editor yang didukung. Panduan ini berfokus pada instalasi melalui Command Line Interface (CLI) karena metode tersebut paling portabel dan relatif mudah untuk diverifikasi.

Berikut ini adalah Tutorial Cara menggunakan OpenCode.

A. Install OpenCode CLI



















B. Install OpenCode Desktop (Windows)

Lihat di sini : Miniblog (Inzaghi's Blog)

Panduan ini juga meluruskan beberapa instruksi lama yang sempat beredar untuk proyek-proyek terdahulu dengan nama serupa. Repositori OpenCode yang saat ini dipelihara berada di anomalyco/opencode, paket npm yang digunakan adalah opencode-ai, image container-nya tersedia melalui ghcr.io/anomalyco/opencode, sedangkan format konfigurasi yang digunakan adalah JSON atau JSONC, bukan TOML.

Langkah-langkah berikut mengacu pada dokumentasi instalasi resmi OpenCode dan disusun agar tetap relevan meskipun nomor versi tertentu berubah seiring waktu. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menyalin nomor versi dari tutorial lama. Gunakan metode instalasi yang tercantum dalam dokumentasi resmi, kemudian periksa kembali versi yang benar-benar terpasang dan berhasil dikenali oleh komputer Anda.

1. Download dan Instalasi

Kali ini kita akan melakukan Instalasi OpenCode Desktop di Windows.

Pertama, bukalah Website Resmi OpenCode di sini, lalu pilihlah pada Tombol "Download" di atas.

Kemudian, pilihlah "Download for Windows" untuk mengunduh Aplikasi OpenCode di Windows. Setelah itu, tunggulah sampai proses Download selesai.

Jika sudah selesai, silakan buka OpenCode Setup di File Explorer (Downloads), dan tunggu lagi sampai proses Instalasi selesai.

Jika sudah, maka akan seperti ini Tampilan dari Aplikasi OpenCode Desktop. Anda sudah bisa langsung menggunakan aplikasi ini untuk kebutuhan Vibe Coding dan membuat Aplikasi apapun.

Bahkan, kita juga bisa memilih Model AI Gratis yang tersedia oleh OpenCode, salah satunya ada Model DeepSeek V4 Flash Free. Secara Default, kalian menggunakan Model AI Big Pickle yang tersedia Gratis sebanyak 200.000 Token per Sesi.

2. Menggunakan OpenCode

Pertama, jika ingin menggnunakan OpenCode untuk membuat Aplikasi Web Sederhana, ketiklah Prompt apapun yang Anda mau.

Misalnya (Untuk memperbaiki suatu Fitur) :

Please Make the Search Bar more Functionality

Setelah itu, klik "Enter" atau klik pada Tombol "Panah Atas (↑)".

Maka, AI Coding Agent OpenCode akan membuat Aplikasi atau memperbaiki suatu Fitur secara otomatis.

A

A

A

A


VIDEO

Untuk melihat Tutorial lainnya dan lebih jelasnya tentang Tutorial Penggunaan OpenCode, silakan lihat Video-video YouTube di bawah ini.






Supabase :

https://www.blogger.com/blog/post/edit/2490536221435885189/1017073740212283597

InfinityFree :

https://www.blogger.com/blog/post/edit/2490536221435885189/2379807329261515087







Itulah Pembahasan mengenai Pengertian dan Cara Menggunakan OpenCode.

Terima Kasih 😄😊👌👍 :)

Wassalammu‘alaikum wr. wb.

Post a Comment

Previous Post Next Post