[TUTORIAL] Cara Hosting (Deploy) Website di Netlify (+ Video Tutorial)

Assalamu‘alaikum wr. wb.

Hello guys, Kembali lagi bersama Teknoblog dari Inzaghi's Blog! Jika sebelumnya sudah pernah membuat Tutorial Hosting/Deploy Website di Vercel, kali ini kita akan membuat dan melakukan Tutorial Cara Hosting/Deploy Website di Netlify.

Tutorial Cara Hosting (Deploy) Website di Netlify


PENGERTIAN

Sumber : Critiqueplus.com, Netguru.com (Blog), Ikius.com (Blog), Talentelgia.com (Blog), dan B12.io


Bagaimana jika tersedia Tombol “Deploy” berwarna hijau untuk aplikasi web Anda yang cukup ditekan sekali, lalu kode langsung dapat dijalankan di internet tanpa perlu memikirkan detail infrastruktur seperti penyimpanan konten atau distribusi melalui CDN? Saat ini, kita berada di era teknologi yang sangat menarik bagi developer, startup, dan organisasi yang ingin bergerak cepat tanpa harus mengorbankan keandalan maupun profesionalitas. Paket hosting yang Anda pilih dapat menjadi faktor yang membedakan antara peluncuran yang penuh masalah dan peluncuran yang berhasil. Di sinilah Netlify hadir.

Netlify bukan sekadar layanan web hosting. Platform ini turut mengubah cara aplikasi dan website modern dikembangkan serta dipublikasikan di Internet. Baik untuk membuat blog pribadi sederhana, website Jamstack yang ringan dan sangat cepat, maupun sistem berskala enterprise yang kompleks dengan banyak gambar, arsitektur monolitik, backend generasi terbaru, serta frontend yang sesuai, Netlify menyediakan berbagai resource yang dapat membantu menyederhanakan workflow, mengoptimalkan aplikasi agar mampu menangani skala yang lebih besar, dan menjaga keamanan proyek yang Anda kerjakan. Semua itu ditawarkan dengan pengalaman developer yang intuitif dan mudah digunakan.

Dalam ulasan Netlify ini, kita akan membahas apa itu Netlify, bagaimana cara kerjanya, fitur-fitur utama yang membedakannya dari layanan serupa, berbagai pilihan paket harga, serta alasan mengapa Netlify berkembang dan diadopsi dengan begitu cepat oleh para web developer di berbagai tempat.

Sudah siap menggunakan cara yang lebih mudah, cerdas, dan efisien untuk membuat serta melakukan deployment website? Mari kita mulai.

A. Apa itu Netlify?

Netlify adalah platform pengembangan web sekaligus hosting yang dirancang untuk proyek frontend modern. Platform ini memungkinkan Anda melakukan deployment website dan aplikasi web dari repositori Git, folder lokal, proyek berbentuk arsip ZIP, atau alur kerja tertentu yang menggunakan AI untuk menghasilkan kode.

Alih-alih menyewa server, mengonfigurasi Nginx, memasang SSL secara manual, dan membangun pipeline deployment sendiri, Anda dapat menggunakan Netlify untuk mengotomatiskan sebagian besar proses tersebut.

Netlify sangat populer dalam ekosistem Jamstack. Website yang menggunakan arsitektur Jamstack umumnya memisahkan frontend dan backend. Bagian frontend dibangun terlebih dahulu menjadi file statis atau aset yang telah dioptimalkan, sedangkan fitur dinamis ditangani melalui API, serverless functions, atau layanan eksternal. Dibandingkan aplikasi monolitik tradisional, pendekatan ini dapat membuat website lebih cepat, lebih mudah diskalakan, dan lebih sederhana dalam pemeliharaannya.

Sebagai contoh, berbagai jenis proyek berikut dapat di-deploy menggunakan Netlify :

  • Blog yang dibangun dengan Astro, Hugo, Eleventy, atau Next.js.
  • Portfolio React untuk menampilkan proyek dan karya developer.
  • Landing page SaaS untuk memperkenalkan produk atau layanan.
  • Website dokumentasi yang menyediakan panduan dan informasi teknis.
  • Frontend yang terhubung dengan layanan eksternal, seperti Stripe, Supabase, Airtable, OpenAI, atau API lainnya.

Selama arsitektur proyek sesuai dengan kemampuan dan ketentuan platform, berbagai aplikasi tersebut dapat dijalankan melalui Netlify.

B. Cara Kerja Netlify

Ketika Anda melakukan git push ke repositori yang sudah terhubung dengan Netlify, seluruh proses continuous deployment akan berjalan secara otomatis. Anda tidak perlu melakukan konfigurasi CI secara manual karena Netlify menangani sebagian besar tahapan deployment tersebut.

1. Webhook → Build Runner

Ketika sebuah commit masuk ke repositori yang terhubung, GitHub, GitLab, atau Bitbucket akan mengirimkan webhook ke Netlify. Setelah menerima webhook tersebut, Netlify akan memasukkan proses ke dalam antrean build runner.

Selanjutnya, Netlify akan :

  • Melakukan kloning terhadap repository.
  • Menginstal seluruh dependency yang dibutuhkan.
  • Menjalankan perintah build yang telah dikonfigurasi, seperti next build, astro build, atau command lain sesuai framework yang digunakan.
  • Menjalankan berbagai build plugin hooks pada tahapan tertentu.

Hook seperti onPreBuild, onBuild, onPostBuild, dan onSuccess dijalankan pada titik-titik tertentu dalam proses tersebut. Dengan mekanisme ini, plugin maupun kode custom dapat menyisipkan proses tambahan, seperti optimasi gambar, cache warming, atau menjalankan automated test, tanpa harus mengubah build command utama.

2. Asset Hashing → Atomic Swap

Setiap file hasil proses build akan diberikan content hash. Netlify kemudian mengunggah seluruh kumpulan aset tersebut ke penyimpanan origin sebelum mengubah website yang sedang aktif.

Pergantian dari deployment lama ke deployment baru dilakukan menggunakan mekanisme atomic operation. Artinya, tidak ada kondisi ketika pengunjung mendapatkan kombinasi antara HTML versi lama dan JavaScript versi baru.

Dengan mekanisme tersebut, hanya ada dua kemungkinan: deployment baru sepenuhnya aktif atau deployment lama tetap digunakan.

Mekanisme ini juga membuat proses rollback menjadi sangat cepat. Ketika ingin kembali ke deployment sebelumnya, Netlify tidak perlu melakukan build ulang. Sistem cukup mengganti pointer yang menunjuk ke deployment sebelumnya.

3. Global CDN Propagation

Setelah proses atomic swap selesai, Netlify mendistribusikan kumpulan aset terbaru ke seluruh jaringan global CDN edge miliknya.

Berdasarkan dokumentasi infrastruktur Netlify, deployment akan disebarkan ke berbagai edge node di seluruh dunia sehingga pengunjung dapat menerima konten dari Point of Presence (PoP) yang paling dekat dengan lokasi mereka.

Setiap deployment, termasuk setiap pull request, juga mendapatkan URL unik dan immutable pada subdomain netlify.app. Mekanisme inilah yang menjadi dasar dari fitur Deploy Previews.

4. Deploy Previews

Deploy Preview merupakan salah satu fitur yang secara langsung memanfaatkan arsitektur tersebut. Setiap branch dan pull request dapat menghasilkan URL preview yang unik dan dapat dibagikan sebelum kode tersebut digabungkan (merge) ke production.

Dalam beberapa proyek klien Netguru yang menggunakan Next.js di Netlify pada 2026, tim dapat mengarahkan seluruh proses QA dan persetujuan stakeholder melalui link Deploy Preview. Dengan pendekatan ini, kebutuhan akan environment staging terpisah dapat dikurangi.

URL preview tersebut juga tetap tersedia setelah branch digabungkan, sehingga dapat berfungsi sebagai audit trail permanen untuk mengetahui versi kode yang sebelumnya telah ditinjau dan disetujui.

5. Kecepatan Proses Deployment

Secara keseluruhan, proses mulai dari git push hingga deployment yang terdistribusi secara global dan bersifat immutable dapat selesai dalam waktu kurang dari dua menit untuk sebagian besar proyek Jamstack ketika cache dalam kondisi warm.

Sementara itu, proses cold build pada codebase Next.js berukuran besar membutuhkan rata-rata sekitar tiga hingga lima menit berdasarkan benchmark yang disebutkan dalam sumber.

Hal ini menjadi penting bagi tim yang menggunakan free tier karena durasi proses build dapat memengaruhi penggunaan build minutes dan pada akhirnya perlu diperhitungkan dalam perencanaan deployment.

C. Fitur-fitur Utama di Netlify

Netlify menyediakan berbagai tools bawaan yang dirancang untuk menyederhanakan seluruh proses pengembangan hingga deployment aplikasi web. Mulai dari workflow otomatis, keamanan terintegrasi, hingga dukungan terhadap berbagai layanan pihak ketiga, berikut adalah fitur-fitur utama yang membuat Netlify menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh developer modern.

1. Continuous Deployment (CD) dengan Integrasi Git

Netlify menyediakan sistem Continuous Deployment (CD) yang terintegrasi langsung dengan repository Git seperti GitHub, GitLab, dan Bitbucket. Dengan sistem ini, proses deployment akan berjalan otomatis setiap kali Anda melakukan push perubahan ke repository.

Netlify akan mendeteksi perubahan tersebut, menjalankan proses build, kemudian melakukan deployment ke Global CDN tanpa memerlukan langkah manual tambahan. Proses autentikasi menggunakan OAuth 2.0, sehingga Netlify dapat terhubung dengan akun Git Anda dan secara otomatis mendeteksi perubahan pada kode produksi.

2. Atomic Deployment dengan Version Control

Melalui Atomic Deployment, Netlify memastikan setiap pembaruan pada website diterapkan secara konsisten dan lengkap. Setiap deployment disimpan sebagai snapshot terisolasi, sehingga website tidak akan menampilkan kondisi setengah jadi akibat proses build yang tidak lengkap.

Developer juga dapat dengan mudah melakukan Rollback ke versi sebelumnya atau membagikan Preview URL yang mengarah ke deployment tertentu untuk keperluan review dan pengujian.

Dengan adanya riwayat deployment yang jelas, tim dapat memiliki kontrol lebih baik terhadap setiap perubahan yang dilakukan sekaligus menjaga workflow pengembangan tetap terorganisasi.

3. Custom Domain Gratis dan HTTPS Otomatis

Netlify memungkinkan Anda mengelola custom domain pada website serta menyediakan sertifikat HTTPS secara gratis dengan dukungan protokol TLS modern.

Sertifikat HTTPS akan diterbitkan dan diperbarui secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu melakukan konfigurasi atau pembaruan sertifikat secara manual. Hal ini membantu mengurangi risiko masalah keamanan sekaligus memastikan komunikasi antara pengguna dan website tetap terlindungi.

Dengan keamanan yang sudah tersedia secara bawaan, website dapat menggunakan koneksi HTTPS sejak awal tanpa memerlukan biaya tambahan untuk sertifikat SSL/TLS.

4. Layanan Bawaan untuk Forms, Authentication, dan A/B Testing

Berbeda dengan platform tradisional yang sering membutuhkan layanan atau plugin pihak ketiga untuk menyediakan fitur tambahan, Netlify menyediakan berbagai kemampuan tersebut sebagai bagian dari workflow development dan deployment.

Beberapa di antaranya meliputi :

  • Form Handling — menangkap dan mengelola pengiriman formulir langsung dari sisi frontend tanpa harus membuat backend secara manual.
  • Authentication — menyediakan sistem autentikasi berbasis role sehingga pengguna tertentu dapat dibatasi aksesnya ke area privat website.
  • A/B Testing — memungkinkan Anda melakukan pengujian terhadap beberapa versi halaman untuk mengetahui strategi atau pendekatan marketing mana yang memberikan hasil lebih baik.
  • Build Notifications — memberikan notifikasi mengenai status proses build sehingga developer dapat mengetahui apakah deployment berhasil, gagal, atau masih berlangsung.

5. Native Applications dan Integrasi

Netlify mendukung berbagai native plugins dan integrasi yang dirancang untuk kebutuhan proyek web modern. Platform ini dapat terhubung dengan berbagai layanan seperti headless CMS, analytics tools, performance monitoring, hingga platform eCommerce.

Jika integrasi yang Anda butuhkan belum tersedia di marketplace Netlify, Anda masih dapat memperluas fungsionalitasnya menggunakan webhooks atau layanan integrasi seperti Zapier.

Dengan fleksibilitas tersebut, tim developer dapat menyesuaikan workflow sesuai kebutuhan proyek, baik dalam pengembangan, deployment, monitoring, maupun integrasi dengan berbagai layanan eksternal.

D. Fungsi Penggunaan Netlify

Netlify merupakan platform yang digunakan untuk melakukan deployment dan hosting website, aplikasi frontend, proyek Jamstack, landing page, dokumentasi, portofolio, prototype, hingga aplikasi full-stack ringan.

Netlify sangat cocok jika kita ingin mempublikasikan proyek dengan cepat, menghubungkannya ke Git, melihat pratinjau perubahan sebelum dirilis, serta menambahkan fungsi serverless tanpa harus mengelola infrastruktur backend secara langsung.

1. Hosting Website Statis

Salah satu penggunaan Netlify yang paling umum adalah untuk mempublikasikan website statis.

Website statis merupakan website yang terdiri dari HTML, CSS, JavaScript, dan berbagai aset yang dapat langsung dikirimkan kepada pengunjung.

Meskipun disebut statis, itu tidak berarti website tersebut tidak interaktif. Website statis tetap dapat menggunakan JavaScript, API, form, fitur pencarian, pembayaran, maupun layanan pihak ketiga.

Istilah static lebih mengacu pada cara halaman tersebut dibuat. File halaman biasanya sudah dihasilkan sebelum pengguna mengaksesnya, bukan dibuat secara dinamis oleh server setiap kali halaman dikunjungi.

2. Deployment Aplikasi Frontend

Netlify juga banyak digunakan untuk aplikasi frontend. Proyek seperti React, Vue, Svelte, Astro, dan Vite dapat dibangun dan di-deploy menggunakan Netlify.

Dalam alur kerjanya, Netlify akan menjalankan build command yang telah ditentukan, menghasilkan versi production dari aplikasi, kemudian mempublikasikan folder hasil build tersebut agar dapat diakses melalui internet.

3. Website Marketing dan Landing Page

Penggunaan lainnya adalah untuk membuat website marketing.

Startup dan bisnis kecil sering membutuhkan landing page yang cepat, halaman produk, dokumentasi, changelog, atau halaman kampanye pemasaran.

Netlify cocok untuk kebutuhan tersebut karena tim marketing dapat melihat preview perubahan, developer dapat merilis pembaruan dengan cepat, dan website dapat disajikan melalui jaringan distribusi global yang cepat.

4. Portofolio dan Website Pribadi

Netlify juga cukup populer untuk membuat portofolio developer maupun website pribadi.

Developer dapat membuat portofolio sederhana, menghubungkannya dengan repository GitHub, lalu melakukan deployment tanpa harus menggunakan layanan hosting tradisional yang kompleks.

Karena proses deployment-nya relatif sederhana, Netlify sering digunakan oleh mahasiswa, freelancer, dan junior developer yang ingin belajar deployment tanpa harus langsung berhadapan dengan kompleksitas platform cloud seperti AWS.

5. Website Dokumentasi

Website dokumentasi juga menjadi salah satu penggunaan Netlify yang kuat.

Framework atau tools seperti Docusaurus, Astro Starlight, VitePress, dan MkDocs dapat digunakan untuk menghasilkan website dokumentasi yang cepat.

Netlify kemudian dapat melakukan hosting terhadap hasil build tersebut sekaligus menyediakan preview link untuk pull request. Dengan demikian, anggota tim dapat meninjau perubahan dokumentasi terlebih dahulu sebelum perubahan tersebut dipublikasikan.

6. Aplikasi Serverless

Netlify juga mendukung pembuatan aplikasi serverless melalui Netlify Functions.

Dengan Functions, developer dapat menulis kode backend yang hanya dijalankan ketika diperlukan. Pendekatan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

  • Memproses form.
  • Melakukan request ke API.
  • Authentication callback.
  • Automasi sederhana.
  • Webhook.
  • Proses pembayaran.
  • Mengakses layanan pihak ketiga.

Menurut Netlify, Functions memungkinkan developer membangun aplikasi full-stack tanpa harus mengelola server secara langsung. Function tersebut juga dapat di-deploy bersamaan dengan website atau aplikasi yang dibuat.

E. Kelebihan Netlify

Netlify merupakan platform yang digunakan untuk melakukan deployment dan hosting website, aplikasi frontend, proyek Jamstack, landing page, dokumentasi, portofolio, prototype, hingga aplikasi full-stack ringan.

Netlify sangat cocok jika kita ingin mempublikasikan proyek dengan cepat, menghubungkannya ke Git, melihat preview perubahan sebelum dirilis, serta menambahkan fungsi serverless tanpa harus mengelola infrastruktur backend secara langsung.

1. Hosting Website Statis

Salah satu penggunaan Netlify yang paling umum adalah untuk mempublikasikan website statis.

Website statis merupakan website yang terdiri dari HTML, CSS, JavaScript, dan berbagai asset yang dapat langsung dikirimkan kepada pengunjung.

Meskipun disebut statis, bukan berarti website tersebut tidak interaktif. Website statis tetap dapat menggunakan JavaScript, API, form, fitur pencarian, pembayaran, maupun layanan pihak ketiga.

Istilah static lebih mengacu pada cara halaman tersebut dibuat. File halaman biasanya sudah dihasilkan sebelum pengguna mengaksesnya, bukan dibuat secara dinamis oleh server setiap kali halaman dikunjungi.

2. Deployment Aplikasi Frontend

Netlify juga banyak digunakan untuk aplikasi frontend. Proyek seperti React, Vue, Svelte, Astro, maupun Vite dapat dibangun dan di-deploy menggunakan Netlify.

Dalam alur kerjanya, Netlify akan menjalankan build command yang telah ditentukan, menghasilkan versi production dari aplikasi, kemudian mempublikasikan folder hasil build tersebut agar dapat diakses melalui internet.

3. Website Marketing dan Landing Page

Penggunaan lainnya adalah untuk membuat website marketing.

Startup dan bisnis kecil sering membutuhkan landing page yang cepat, halaman produk, dokumentasi, changelog, atau halaman kampanye pemasaran.

Netlify cocok untuk kebutuhan tersebut karena tim marketing dapat melihat preview perubahan, developer dapat merilis pembaruan dengan cepat, dan website dapat disajikan melalui jaringan distribusi global yang cepat.

4. Portofolio dan Website Pribadi

Netlify juga cukup populer untuk membuat portofolio developer maupun website pribadi.

Developer dapat membuat portofolio sederhana, menghubungkannya dengan repository GitHub, lalu melakukan deployment tanpa harus menggunakan layanan traditional hosting yang kompleks.

Karena proses deployment-nya relatif sederhana, Netlify sering digunakan oleh mahasiswa, freelancer, dan junior developer yang ingin belajar deployment tanpa harus langsung berhadapan dengan kompleksitas platform cloud seperti AWS.

5. Website Dokumentasi

Website dokumentasi juga menjadi salah satu penggunaan Netlify yang kuat.

Framework atau tools seperti Docusaurus, Astro Starlight, VitePress, dan MkDocs dapat digunakan untuk menghasilkan website dokumentasi yang cepat.

Netlify kemudian dapat melakukan hosting terhadap hasil build tersebut sekaligus menyediakan preview link untuk pull request. Dengan demikian, anggota tim dapat meninjau perubahan dokumentasi terlebih dahulu sebelum perubahan tersebut dipublikasikan.

6. Aplikasi Serverless

Netlify juga mendukung pembuatan aplikasi serverless melalui Netlify Functions.

Dengan Functions, developer dapat menulis kode backend yang hanya dijalankan ketika diperlukan. Pendekatan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti :

  • Memproses form.
  • Melakukan request ke API.
  • Authentication callback.
  • Automasi sederhana.
  • Webhook.
  • Proses pembayaran.
  • Mengakses layanan pihak ketiga.

Menurut Netlify, Functions memungkinkan developer membangun aplikasi full-stack tanpa harus mengelola server secara langsung. Function tersebut juga dapat di-deploy bersamaan dengan website atau aplikasi yang dibuat.

F. Kekurangan Netlify

Jika Anda sedang membangun aplikasi web modern yang cepat dan mudah diskalakan, Netlify merupakan salah satu platform yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut. Netlify bukan hanya menyederhanakan proses deployment, tetapi juga dapat meningkatkan keseluruhan workflow pengembangan aplikasi.

Berikut beberapa keunggulan Netlify yang membuatnya banyak digunakan oleh developer, startup, maupun tim perusahaan besar.

1. Starter Templates: Dari Nol hingga Deploy dalam Hitungan Detik

Memulai proyek baru dari awal sering kali membutuhkan waktu cukup lama. Selain menulis kode, kita juga perlu mengatur build tools, memilih dan mengonfigurasi framework seperti Angular, membuat routing, hingga menyiapkan proses deployment.

Starter Templates dari Netlify membantu mengurangi pekerjaan tersebut.

Dengan menekan tombol “Deploy to Netlify”, sebuah proyek baru dapat langsung dibuat dan di-clone ke akun kita. Environment variables yang diperlukan juga dapat dikonfigurasi dengan aman sehingga proyek lebih siap untuk digunakan.

Starter template Netlify mendukung berbagai framework, seperti React, Vue, Astro, dan Next.js. Hal ini sangat berguna untuk rapid prototyping maupun pembuatan MVP (Minimum Viable Product).

Selain menggunakan template yang sudah tersedia, kita juga dapat membuat custom starter template sendiri dan membagikannya kepada tim atau komunitas Netlify.

2. Instant Rollbacks: Mengembalikan Perubahan dengan Cepat

Kesalahan dapat terjadi kapan saja, misalnya build gagal, layout rusak, atau bug muncul setelah sebuah versi dirilis.

Fitur Instant Rollbacks dapat menjadi pengaman ketika masalah tersebut terjadi. Dengan mekanisme atomic deploys, kita dapat mengembalikan seluruh website ke versi sebelumnya yang masih aman hanya dengan satu klik, tanpa perlu melakukan proses build ulang dari source code.

Fitur ini memberikan rasa aman dalam setiap deployment, terutama ketika aplikasi sudah berjalan di lingkungan production yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi.

3. Branch Deploys: Membuat Environment Baru Secara Instan

Dalam pengembangan software, kita terkadang harus menunggu tim DevOps menyiapkan environment baru untuk kebutuhan testing atau staging.

Dengan Netlify Branch Deploys, setiap Git branch dapat secara otomatis dibuat menjadi preview environment yang terisolasi dan memiliki URL tersendiri.

Caranya cukup sederhana: buat branch baru pada repository GitHub atau GitLab. Netlify kemudian dapat melakukan deployment terhadap branch tersebut dan memberikan URL khusus yang dapat digunakan untuk menguji perubahan.


CARA HOSTING/DEPLOY DI NETLIFY

Sumber : Geeksforgeeks.org, Backrun.co (Blog), Medium.com (@thinkster-io), dan Duniacoding.id (Blog)

Berikut ini adalah Cara melakukan Hosting Website hingga Deployment di Netlify.

A. Daftar & Membuat Akun di Netlify (Koneksi ke GitHub)

Marilah kita akan melakukan 

1. Daftar & Membuat Akun di Netlify

Pertama, bukalah Netlify dan klik saja Tombol "Log in" untuk membuat dan mendaftarkan Akun di Netlify.

Kemudian, Login dengan menggunakan Akun Google atau GitHub kamu.

Kemudian, pilih saja "Continue" untuk melanjutkan Sign in Netlify dengan Akun Google kamu.

Selanjutnya, Anda akan ditanya tentang beberapa hal, seperti :

  • Nama Anda,
  • Rencana Penggunaan Netlify,
  • Pengalaman membangun Aplikasi Web,
  • Jenis Proyek Pertama yang ingin kalian Buat,
  • Peranan (Pekerjaan) Anda,
  • Darimana kalian tahu tentang Netlify.

Setelah itu, kalian akan disuruh untuk membuat Nama Tim kamu, dan klik "Continue to Deploy".

2. Menghubungkan ke GitHub

Selanjutnya, Netlify menyarankan Anda untuk membuat Aplikasi apapun. Kamu juga bisa membuat Aplikasi Web langsung dari AI Agent yang tersedia di Netlify, dengan syarat Anda hanya diberikan sebanyak 400 Credits.

Saya sarankan untuk melakukan Impor dari Repositori GitHub kalian. Anda pun juga bisa memilih platform lainnya seperti Gitlab, BitBucket, Cursor Origin, hingga Azure DevOps. Langsung saja pilih dan klik "GitHub" untuk menghubungkan ke Akun GitHub kalian.

Jika sudah, klik "Authorize" untuk melakukan Otorisasi dari Akun Netlify ke Akun GitHub kalian.

Kemudian, pilihlah di mana ingin menginstal Netlify dari GitHub.

Inilah tampilannya jika menggunakan Akun Pribadi :

Inilah tampilannya jika menggunakan Akun Instansi/Organisasi/Perusahaan :

Maka, langsung saja klik Tombol "Install" untuk melakukan Instalasi GitHub di Netlify. Jika muncul seperti ini, maka Anda diminta untuk melakukan Konfirmasi Akses terlebih dahulu menggunakan Aplikasi GitHub Mobile di HP/Ponsel. Langsung saja klik "Use GitHub Mobile".

B. Membuat Project & Hosting/Deployment di Netlify

1. Membuat Hosting Deployment di Netlify

Jika sudah, lakukan Deploy Project Anda dengan mengeklik "Configure Netlify on GitHub".

Langkah-langkahnya sama seperti cara di atas, yaitu disuruh untuk meng-Instal Netlify to GitHub (Memilih Akun Pribadi).

Jika sudah, maka akan seperti ini Tampilan Daftar Repository GitHub kalian. Pililhlah Project Web yang tersedia dari Akun GitHub kalian.

Jika sudah, langsung saja klik "Deploy ... to Netlify" untuk melakukan Deployment Website di Netlify. Jika ingin kembali ke Daftar Repositori, klik "Choose a Different Repo" di bawah.

Anda akan dialihkan ke Dashboard Project Web di Netlify sambil menunggu proses Hosting (Deployment) selesai.

Jika sudah selesai, maka akan seperti ini Tampilan dari Dashboard Project di Netlify.

2. Mengubah Nama Project di Netlify

Jika kalian dialihkan ke Dashboard Utama di Netlify, maka langsung saja klik pada salah satu Project yang telah kalian buat tadi.

Setelah itu, beginilah Tampilan dari Dashboard Project di Netlify.

Jika ingin mengubah Nama Project Hosting kalian, silakan klik pada bagian "Project Configuration" pada bagian Samping Kiri.

Setelah itu, langsung saja klik "Change Project Name" untuk mengganti Nama Proyek Web Netlify kalian.

Namailah Proyek Web kalian di Netlify sesuka hatimu. Jika sudah, langsung klik "Save".

Yang perlu diperhatikan adalah jika kalian sudah mengubah Nama Project yang baru, maka nama yang lamanya sudah langsung dialihkan ke yang baru.

Maka akan seperti ini Nama Project Aplikasi Web-nya.

3. Membuat Deployment di Netlify menjadi Public

Jika sudah, maka akan seperti ini Tampilan Dashboard Project di Netlify.

Jika ingin mengubah menjadi Publik, silakan klik Tombol "Make Public".

Setelah itu, langsung saja klik "Make Public" agar Project Web kamu bisa diakses secara Publik di Netlify.

Kalau sudah, maka akan menampilkan Tampilan menjadi Publik seperti ini.

Maka, Tampilan Website kamu sudah bisa ditampilkan secara Publik dari Netlify.

A

A




VIDEO

Untuk melihat Tutorial lainnya dan lebih jelasnya tentang Cara Hosting (Deploy) Website di Netlify, silakan lihat Video-video YouTube di bawah ini.



Itulah Tutorial Cara Hosting (Deploy) Website di Netlify dengan Mudah. Jika ingin melihat Tutorial sebelumnya tentang Hosting/Deploy di Vercel, silakan lihat di sini.

Mohon maaf apabila ada kesalahan sedikit pun, dan Semoga Bermanfaat!

Terima Kasih 😄😊👌👍 :)

Wassalamu‘alaikum wr. wb.

Post a Comment

Previous Post Next Post